Photography Tumblr Themes
why did you open my tumblr ?
Tugas Kepariwisataan 4 [softskill]

Berikan analisis anda mengapa pariwisata memerlukan dasar UU untuk

melakukan kegiatannya?

- Karena Dasar UU dapat melindungin kedua belah pihak, yaitu wisatawan dan objek pariwisata itu sendiri, dan dapat mengadili apabila terjadi suatu pelanggaran

 Wisatawan : Hukum dasar itu bisa melindungi dia apabila terjadi kesalahan/ kelakuan yang tidak pantas untuk di dapat oleh wisatawan dari tempat wisata tersebut, sehingga pelanggaran tersebut dapat diadili.

Objek Wisata : Hukum Dasar sangat dibutuhnkan agar wisatawan tidak bisa bertindak diluar kemauan/pelanggaran pada objek wisata tersebut, dan agar objek wisata itu dapat terjaga keamanan dan kedamaiannya.

Objek Pariwisata Taman Nasional Takabonerate, Makassar
Taman Nasional Taka Bonerate ini di dominasi dengan pohon kelapa, pandan laut, cemara laut dan ketapang. Taka Bonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldive. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 50.000 hectar. Topografi kawasan ini sangat unik dan menarik, dengan atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong dengan jumlah yang cukup banyak. Tidak kurang dari 15 pulau berada di kawasan Taman Nasional, yang bisa dimanfaatkan untuk sarana bahari seperti, snorkelling ataupun menyelam. Terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal di antara pulau-pulau gosong karang, sedangkan pada bagian permuakaan terdapat banyak kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang, ini dapat di lihat dengan jelas pada saat air surut.Taman Nasional Taka BonerateTaman Nasional Taka Bonerate

Sebanyak 261 jenis dari 17 famili terumbu karang yang telah teridentifikasi diantaranya: Pocillopora eydouxi, Montipora danae, Acropora palifera, Pavona clavus, Porites cylindrica, dan Fungia concinna yang sebagian besar telah membentuk atol (barrier reef) dan terumbu tepi (fringing reef) dengan kondisi terumbu karang yang cantik dan masih utuh.

Terdapat juga 295 jenis ikan yang dapat dikonsumsi dengan harga terjangkau, yaitu: Cakalang (Katsuwonus spp), napoleon wrasse (Chilinus undulatus) Kerapu (Epinephelus spp), dan baronang (Siganus spp) adapun 244 jenis moluska diantaranya: lola ( Trochus niloticus), batulaga (Turbo spp), triton (Charonia tritonis), kima sisik (Tridacna squamosa), nautilus berongga (nautilus pompillius) dan kerang mutiara (Pinctada spp). Dan juga jenis-jenis penyu, termasuk penyu sisik (eretmochelys imbricata), penyu hijau (chelonia mydas) dan penyu lekang (Dermochelys coriacea).


Dapat ke Taman Nasional Taka Bonerate

Untuk menuju Taman nasional, kamu bisa menggunakan bis dari Makassar ke Bulukumba, setelah itu perjalanan dilanjutkan ke pelabuhan Pamatata Selayar dengan kapal ferry sekitar 2 jam dan kemudian menuju Benteng sekitar 1,5 jam. Dari Benteng menuju pulau terdekat yaitu Rajuni kecil dengan menggunakan kapal kayu dan dengan lama perjalanan sekitar 5 jam.

sumber : http://www.utiket.com/id/obyek-wisata/makassar/79-tn_taka_bonerate.html

ANALISIS

Taman Nasional ini terletak di Makassar, Taman Naional ini memiliki banyak sekali keindahan dari warna laut yang masih jernih biru yang sangat di jaga keasliannya oleh orang sekitar maupun karang dan pulau -pulau kecil disekitarnya. Pulau ini memiliki banyak sekali keindahan, bagi anda wisatawan pecinta wisata bahari ini adalah salah satu surga bahari yang ada di Indonesida, anda dapat snorkling ataupun diving, karena di laut ini memiliki berbagai macam jenis terumbukarang yang sangat indah beserta macam macam hewan laut yang unik. Untuk mencapai pulau ini anda harus sedikit bersabar karena letak pulau ini sedikit jauh dari perkotaan, namun fasilitas bagi wisatawan dapat disediakan dengan baik oleh pemerintah dan penduduk sekitar.

Objek Pariwisata Taman Nasional Komodo, Lombok

Bagi Anda yang gemar bepergian, Anda pasti tak ingin melewatkan objek wisata yang mengesankan di seluruh penjuru nusantara. Berpetualang ke pulau-pulau yang eksotis, menyelami birunya laut, dan bermandikan cahaya mentari akan membuat liburan Anda tak terlupakan. Bayangkan, Anda juga berkesempatan untuk melihat jejak-jejak kehidupan masa lalu yang terpelihara, sekaligus berperan serta menjaga kelestariannya. Anda dan keluarga tak hanya betah menikmati wisata alamnya, tetapi juga bangga menjadi bagian dari ragam keindahan Indonesia. Dan di sini, di Taman Nasional Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, Anda akan mendapatkan semuanya.

Pulau Komodo terletak di ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tepatnya di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sejak tahun 1980, kawasan seluas 1.817 km2 ini dijadikan Taman Nasional oleh Pemerintah Indonesia, yang kemudian diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986. Bersama dua pulau besar lainnya, yakni Pulau Rinca dan Padar, Pulau Komodo dan beberapa pulau kecil di sekitarnya terus dipelihara sebagai habitat asli reptil yang dijuluki “Komodo Dragon” ini.

Menyandang nama latin Varanus Komodoensis dan nama lokal “Ora”, kadal raksasa ini menurut cerita dipublikasikan pertama kali pada tahun 1912 di harian nasional Hindia Belanda. Peter A. Ouwens, direktur Museum Zoologi di Bogor adalah orang yang telah mengenalkan komodo kepada dunia lewat papernya itu. Semenjak itu, ekspedisi dan penelitian terhadap spesies langka ini terus dilakukan, bahkan dikabarkan sempat menginspirasi Film KingKong di tahun 1933. Menyadari perlunya perlindungan terhadap Komodo di tengah aktivitas manusia di habitat aslinya itu, pada tahun 1915 Pemerintah Belanda mengeluarkan larangan perburuan dan pembunuhan komodo.

komodo1Berkat usaha pemerintah dan masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian Taman Nasional, wisatawan yang datang kini dapat berkunjung dan melihat dari dekat kehidupan reptil purba ini. Dengan panjang tubuh 2-3 meter,  komodo dapat memiliki berat hingga 70-100 kilogram. Hewan yang menyukai tempat panas dan kering ini hidup di habitat sabana atau hutan tropis pada ketinggian rendah. Jika malam tiba, komodo bersarang di lubang dengan dalam 1-3 meter sambil menjaga panas tubuhnya di malam hari. Sebagai karnivora yang berada di puncak rantai makanan, mangsa Komodo antara lain kambing, rusa, babi hutan, dan burung. Pada kondisi tertentu, Komodo dapat berperilaku kanibal dengan memangsa Komodo lainnya. Dengan mengandalkan indera penciuman pada lidahnya, komodo dapat mencium bangkai mangsanya hingga sejauh 9 kilometer. Gigitannya yang mengandung bisa dan bakteri yang mematikan, ditambah cakar depannya yang tajam merupakan senjata alaminya. Selain itu, komodo ternyata mampu berlari 20 kilometer per jam dalam jarak yang pendek, memanjat pohon, berenang, bahkan menyelam.

Layaknya reptil lain, komodo berkembang biak dengan bertelur. Walaupun demikian, penelitian membuktikan terdapat cara lain komodo melakukan regenerasi, yakni dengan cara partenogenesis. Cara ini memungkinkan komodo betina untuk menghasilkan telur tanpa dibuahi oleh jantan. Partenogenesis diduga telah menyelamatkan komodo dari kepunahan sejak ribuan tahun silam. Akan tetapi, kerusakan habitat, aktivitas vulkanis, gempa bumi, kebakaran, sampai perburuan gelap terindikasi telah mengakibatkan penurunan jumlah populasi komodo sampai taraf rentan terhadap kepunahan. Diperkirakan terdapat 4-5 ribu ekor komodo dengan keberadaan betina yang produktif hanya berjumlah ratusan. Kondisi demikian merupakan tantangan bagi usaha konservasi Taman Nasional Pulau Komodo.

Menikmati wisata Taman Nasional Pulau Komodo dengan mengamati kehidupan komodo dari dekat mungkin belum cukup bagi Anda. Bagi Anda yang hobi dengan olahraga air, Anda dapat mencoba melakukan penyelaman di perairan utara maupun selatan kepulauan ini. Perairan utara merupakan perairan hangat hasil pertemuan arus dari Laut Banda dan Flores. Sebaliknya, perairan selatan menawarkan perairan dingin dari arus Samudera Indonesia. Kombinasi kedua karakter perairan yang berbeda ini menghasilkan ekosistem bawah laut yang kaya. Berbagai macam jenis terumbu karang hidup subur dan menjadi tempat hidup sekian banyak spesies ikan sekaligus penyedia sistem penunjang kehidupan air laut. Banyak penyelam telah menyaksikan kehidupan bawah laut perairan pulau Komodo yang memesona, yang menyimpan berjuta potensi keanekaragaman hayati.

Sebagai salah satu objek wisata andalan Indonesia, Pulau Komodo menyediakan akomodasi mulai dari pondokan yang didirikan masyarakat setempat sampai resort bertaraf internasional. Bagi wisatawan domestik, Anda dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp. 75.000, sedangkan wisatawan asing sebesar US$ 15. Untuk mencapai Pulau Komodo, Anda dapat melalui rute pesawat dari Kupang (ibukota Nusa Tenggara Timur-NTT) ke kota Ende di Pulau Flores. Berikutnya perjalanan dilanjutkan dengan minibus ke Labuhanbajo yang memakan waktu 10 jam. Dari Labuhanbajo, speedboat akan membawa Anda ke Pulau Komodo setelah menempuh penyeberangan selama 2 jam. Beberapa rute lainnya dapat Anda tempuh dengan penerbangan dari Bali sesuai maskapai penerbangan yang melayani tujuan ke NTT. Berbagai paket wisata yang ditawarkan agen wisata rasanya cukup menarik untuk dicoba bagi Anda yang baru pertama kali mendatangi Pulau Komodo ini.

Eco-wisata yang dicanangkan pemerintah terhadap Taman Nasional Pulau Komodo ini diharapkan mampu mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan domestik / manca negara. Tidak hanya orang tua, bahkan anak-anak sekalipun tidak perlu takut untuk datang dan berkunjung ke sana. Dengan peraturan dan keamanan berwisata yang terjaga, manusia dan Komodo dapat hidup berdampingan dengan damai. Dan layaknya anak-anak, kecintaan mereka terhadap Komodo merupakan benih-benih yang dapat menumbuhkan kecintaan mereka pada kekayaan negeri dan sejarahnya. Nampaknya pesan inilah yang dulu di tahun 90-an pernah dibawakan dengan apik oleh Kak Seto lewat boneka Si Komo-nya. Lewat karakter Si Komo, Kak Seto membawa pesan pelestarian komodo ke hati dan pikiran anak-anak Indonesia, agar mereka bangga dengan kekayaan negerinya.

sumber : http://aprasetyo.wordpress.com/2009/06/15/wisata-taman-nasional-pulau-komodo/

ANALISIS

Pulau komodo ini merupakan pulau yang patut untuk dijadikan objek pariwisata terlebih lagi bagi wisatawan yang gemar dengan hewan-hewan reptil atau hanya ingin mengembangkan pengetahuannya sembari berwisata. Karena pembangunan yang baik oleh pemerintah dan rakyat sekitar, semua fasilitas yang dibutuhkan oleh wisatawan dapat di penuhi dengan baik begitu pula akses untuk menuju pulau ini sudah tersedia sedemikian rupa. biaya yang di keluarkan pun tidak begitu banyak, Jadi menurut saya pulau komodo ini patut untuk dijadikan objek wisata yang menarik karena tidak hanya keindahan pulau sekitar yang dapat kita nikmati tetapi juga pengetahuan tentang hewan reptil zaman purba yang satu ini

Objek Pariwisata Pegunungan Jayawijaya, Papua

Pegunungan Jayawijaya adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di tengah provinsi Papua Barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua Newguinea di Pulau Irian. Deretan Pegunungan yang mempunyai beberapa puncak tertinggi di Indonesia ini terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya, dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di Pegunungan Jayawijaya. Karena itu, selain menjadi surganya para olah raga pendaki, Pegunungan Jayawijaya juga menjadi surganya para minat khusus peneliti geologi dunia.

Puncakjaya kabupatenpuncakwpPegunungan Jayawijaya juga merupakan satu-satunya pegunungan dan gunung di Indonesia yang memiliki puncak yang tertutup oleh salju abadi. Meskipun tidak seluruh puncak dari gugusan Pegunungan Jayawijaya yang memiliki salju. Salju yang dimiliki oleh beberapa puncak bahkan saat ini sudah hilang karena perubahan cuaca secara global.

Menurut teori geologi, awalnya dunia hanya memiliki sebuah benua yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia. Benua Eurasia pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia.

puncak jayawijaya welkiswpPengendapan yang sangat intensif terjadi di benua Australia, ditambah terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.

Akibat proses pengangkatan yang terus-menerus, sedimentasi dan disertai kejadian tektonik bawah laut, dalam kurun waktu jutaan tahun menghasilkan pegunungan tinggi seperti yang bisa dilihat saat ini.
Bukti bahwa Pulau Papua beserta pegunungan tingginya pernah menjadi bagian dari dasar laut yang dalam dapat dilihat dari fosil yang tertinggal di bebatuan Jayawijaya.

Puncak-puncak Jayawijaya

  • Puncak Jaya (dulu namanya puncak Carstenz Pyramide)
  • Puncak Meren.
  • Puncak Northwall.
  • Puncak Ngga Pulu.
  • Puncak Sudirman.
  • Puncak Trikora.

sumber : http://wisatapapua.wordpress.com/wisata-provinsi-papua/puncak-jaya-wijaya/

ANALISIS

Puncak jaya wijaya adalah satu-satunya puncak gunung yang memiliki salju di Indonesia, Pegunungan ini adalah salah satu gunung yang harus di taklukan oleh pendaki manapun dan wisatawan yang suka berpetualang, karena gunung ini sangat menguji andrelanin anda oleh keadaan gunung yang sedikit curam.Gunung ini sangat  menarik bagi anda wisatawan yang gemar akan petualangan yang menguji andrenalin.

Objek Wisata Danau Paniai, Papua

Danau Paniai adalah danau terbaik dan terindah di Seluruh Dunia yang dinyatakan oleh 157 Negara-negara pemilik danau di dunia pada Konferensi Danau se-Dunia di India pada 30 November 2007.
Danau Paniai yang yang luasnya 14.500 Ha , berada pada ketinggian 7.500 meter di atas permukaan laut itu kondisinya sampai sekarang masih alami, disekitar danau tersimpan Nilai-nilai seni budaya masyarakat setempat yaitu seni budaya Suku Mee dan Suku Moni.

danau paniaiLokasi Danau Paniai berada di Kabupaten Paniai yang berada pada posisi pengunungan tengah di pedalaman Propinsi Papua , selain itu Kabupaten Paniai mempunyai potensi alam berupa tambang emas, hasil hutan, wisata alam dan budaya, kawasan  Danau Tage dan Danau Tigi. Lokasi wisata alam ini menyebar di beberapa Kecamatan yaitu Danau Paniai dan Danau Tage di Kecamatan Paniai Timur dan Danau Tage di Kecamatan Paniai Timur sedangkan Danau Tigi di Kecamatan Tigi. Dengan adanya ketiga kawasan lokasi wisata itu  menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Enarotali dan waghete Kabupaten Paniai

Danau Paniai yang kesohor memiliki panorama alam yang rancak, alami, dan terawat dengan baik.
Pada awalnya, Danau Paniai beserta Danau Tigi dan Danau Tage dinamakan Wissel Meeren. Nama orang yang pertama kali menemukan ketiga danau cantik tersebut pada tahun 1938, yaitu seorang pilot berkebangsaan Belanda 

   
Danau_PaniaiIstimewa, eksotis, dan memesona. Danau eksotis ini menyuguhkan panorama alam yang rancak, air danau yang biru, dan suasana sekitar nan asri kepada setiap wisatawan yang berkunjung ke sana. Terdapat bebatuan dan pasir di tepian danau, serta dikelilingi oleh tebing-tebing yang lumayan tinggi, Sebagian besar topografi Kabupaten Paniai yang berada di wilayah pegunungan dan perbukitan yang berhawa sejuk, walaupun Danau Paniai terletak di daerah ketinggian, Danau Paniai menyimpan aneka jenis ikan air tawar dan udang. Ikan nila (oreochromis niloticus), ikan mujair (oreochromis mossambicus), ikan mas/ikan karper (cyprinus carpio), ikan sembilan hitam, dan ikan belut (synbranchus) ,Sedangkan ikan pelangi (rainbow/melanotaenia ayamaruensis) merupakan biota Danau Paniai yang sering dicari oleh para nelayan dan hobiis ikan hias karena bernilai ekonomi tinggi.
Bila beruntung, di Danau Paniai wisatawan dapat melihat udang endemik Papua yang kini sudah mulai langka, yaitu udang selingkuh (cherax albertisii). 

danau paniai michael-btblogspotcomSelain menikmati keeksotisan Danau Paniai dari pinggir danau, pelancong dapat mencoba suasana lain, seperti memancing atau menyewa perahu kepada penduduk sekitar untuk mengelilingi danau yang luas itu, selain menikmati biru danau dan gemericik air yang dibelah laju perahu, dapat melihat tumbuhan yang terdapat di danau ini, seperti enceng gondok (eichhmia crassipes), ganggang (alga), dan lain sebagainya. Jelang matahari terbenam, keeksotisan Danau Paniai kian memikat . Perahu nelayan yang mulai menepi dan lalu-lalangspeedboat dari balik bebukitan, serta ditimpali oleh burung-burung kecil yang terbang rendah dan sesekali menyambar air.
Bertamasya ke danau cantik ini tentu kurang lengkap bila belum menyambangi perkampungan Suku Mee dan Suku Moni, dua suku besar di sekitar danau tersebut yang menghuni dataran tinggi Paniai. Selain melihat rumah adat yang disebut honai dan keseharian mereka dari dekat, bila beruntung Anda akan disuguhkan atraksi kesenian dan memperoleh suvenir khas dua suku tersebut sebagai oleh-oleh untuk keluarga atau kolega.

Akses ke  Danau Paniai, dapat memulai perjalanan dari Kota Enarotali, Ibu Kota Kabupaten Paniai. Dari Kota Enarotali, tersedia dua jalur menuju kawasan Danau Paniai. Pertama, menggunakan jalur darat dengan menyewa bus ,Kedua, mengambil jalur udara dengan menumpang pesawat jenis Cessna yang bisa mendarat di wilayah dataran tinggi dengan karakteristik landasan dari tanah. 

Di kawasan Danau Paniai tersedia berbagai fasilitas, seperti pos jaga, pemandu wisata, dan pondok wisata. Persewaan perahu, persewaan peralatan memancing, dan  warung-warung kecil juga tersedia di sini. Wisatawan yang ingin menginap, dapat menyewa rumah-rumah penduduk yang terdapat di sekitar danau eksotis ini atau berkemah di berbagai lokasi di kawasan tersebut. Sedangkan bagi wisatawan yang ingin memperoleh akomodasi yang lumayan lengkap, disarankan ke Kota Enarotali. Di ibu kota Kabupaten Paniai ini, ditemukan toko, pasar, rumah makan, rumah ibadah, kios wartel, serta hotel dan wisma dengan berbagai tipe.

sumber : http://wisatapapua.wordpress.com/wisata-provinsi-papua/danau-paniai/

ANALISIS

Objek wisata ini merupakan danau terbaik yang katakan oleh sebuah organisasi, danau ini memiliki pemandangan yang sangat eksotis dan menawan. ke aslian dari danau ini sangat terjaga rapih, begitupula udara di danau ini yang sangat sejuk, sangat baik untuk anda yang ingin menenangkan jiwa anda. Berbagai macam fasilitas sudah terbangun rapih di sekitar danau ini bagi wisatawan yang membutuhkan. Onjek wisata ini adalah objek wisata yang harus anda kunjungi terutama bagi anda wisatawan penggemar keindahan alam, akses kendaraan untuk menuju danau inipun sangat mudah, terdapat dua jalur, pertama adalah jalur darat anda bisa menggunakan bus dari kota, atau menyewa sebuat pesawat kecil. Didanau inipun terdapat banyak jenis ikan tawa, jadi bagi anda yang gemar memancing ini adalah surganya. Anda dapat menikmati keindahan danau dengan menyewa perahu kecil / speedboat yang di sediakan oleh penduduk sekitar untuk mengelilingi danau. Apabila menjelang malam danau ini akan terlihat lebih indah.

Objek Wisata Taman Nasional Lorentz, Papua

Taman Nasional Lorentz


Taman Nasional Lorentz merupakan salah satu diantara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Lokasi wisata taman ini membentang dari puncak gunung yang diselimuti salju (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura.


Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari kawasan vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, dataran rendah, dan lahan basah. Ditaman ini terdapat ada 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar atau lereng, Hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak. Jenis-jenis tumbuh-tumbuhannya antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata.


Jenis-jenis satwa yang terdapat di Taman Nasional Lorentz, ada sebanyak 630 jenis burung (kurang lebih 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).
Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.


Taman nasional ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan. Diperkirakan kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman suku Nduga, Dani Barat, Amungme, Sempan dan Asmat. Kemungkinan masih ada lagi masyarakat yang hidup terpencil di hutan belantara ini yang belum mengadakan hubungan dengan manusia modern. Lorentz ditunjuk sebagai taman nasional pada tahun 1997.

sumber : http://tempatwisatadidaerahpapua.blogspot.com/2011/03/taman-nasional-lorentz.html

ANALISIS

Taman nasional lorentz menyediakan banyak sekali keindahan dimulai dari pemandangannya, udara, dan aneka ragam binatang dan tumbuhan yang ada hidup di taman nasional itu. Terdapat banyak penduduk pedalaman pula yang menetap di taman nasional ini, tidak hanya hutan namun adapula sungai-sungai indah dan pantai pasir karang. Objek wisata ini sangat menarik perhatian sekali bagi wisatawan yang gemar menjelajahi hutan berpetualang dan penikmat keindahan alam yang belum terjamah tangan manusia. Agak sedikit sulit bagi wisatawan yang hanya ingin beramain main saja karena objek wisata ini adalah onjek wisata petualangan demi menantang nyali dan andrenalin.

Objek Wisata Pantai Natsepa, Maluku

Objek wisata pantai yang menyebar di Kota Ambon seperti pantai Liang, Namalatu, Pintu Kota dan pantai Natsepa pada era 1960-an memang masih sepi dikunjungi masyarakat yang ingin menghabiskan liburan akhir pekan mereka. 

Awalnya, kawasan tersebut hanya diramaikan oleh aktivitas penduduk pesisir yang berprofesi sebagai nelayan yang menambatkan perahu mereka usai melaut. “Siapa sangka, kalau keindahan alam pesisir Pantai Natsepa yang memiliki butiran pasir putih dan tergolong dangkal ini bisa menjadi sumber mata pencaharian hidup kami setelah dijadikan sebagai tempat rekreasi yang ramai dikunjungi warga setelah akhir 1970-an hingga 1980-an,” kata Ny. Tinne Pattirane (55), salah satu penjual rujak di pantai Natsepa. 

Hamparan pasir putih yang memanjang lebih dari satu kilo meter dengan deburan ombak yang memecah buih di bibir pantai Natsepa ini menimbulkan pesona tersendiri bagi siapa saja yang melihatnya. Hal tersebut jadi tarik bagi pengunjung untuk berendam di laut atau berjemur di tepian. Sebelum ramai dikunjungi masyarakat kota maupun sejumlah turis mancanegara, pantai Natsepa sering dijadikan tempat kemping atau berkemah oleh para pemuda, kebaktian pantai, kegiatan pramuka, hingga lomba membuat patung pasir oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang sekarang disebut Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). 

Makin meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat untuk berekreasi di pantai yang tetap tertata indah dan asri secara alami ini, membuat pemerintah daerah turut mengembangkannya sebagai sebuah lokasi objek wisata andalan daerah. Secara perlahan tapi pasti, masyarakat sekitar pantai yang terletak di Desa Suli, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon) Kabupaten Maluku Tengah ini mulai berbondong-bondong membuka bisnis kecil-kecilan dengan menjual rujak, sagu gula, kelapa muda, jagung rebus dan aneka makan ringan khas desa itu. 

Rujak Natesepa memang sudah dikenal sejak dahulu, karena harganya yang murah meriah dan mudah terjangkau. “Bahan-bahan dasarnya seperti buah mangga, nanas, belimbing, cabe rawit, ubi jalar, gula aren dan kacang tanah mudah didapat untuk diracik menjadi rujak yang dijual seharga Rp7.000 per bungkus,” kata Yohana Sitanala, seorang penjual rujak lainnya. 

Tidak sebatas menjual aneka makanan ringan khas Desa Suli, masyarakat setempat juga menjadikan objek wisata Pantai Natsepa sebagai sumber penghidupan dengan menyiapkan bantal pelampung, tikar dan perahu untuk disewakan kepada pengunjung. J. Pattirane (46), usahawan sewa pelampung dan tikar mengaku kegiatan yang dijalankannya sejak tahun 1990-an bisa dijadikan usaha sampingan untuk mendapatkan rezeki bagi keluarganya. 

Pria ini mengaku memiliki 20 bantal pelampung dengan harga Rp5.000 sekali sewa sehingga dalam sehari memperoleh Rp100.000, jika pengunjungnya lagi ramai saat liburan sekolah. Fasilitas penunjang lainnya yang disiapkan di pantai ini berupa kamar mandi umum juga sudah disiapkan dalam jumlah banyak sehingga selesai berendam di laut, warga langsung membersihkan diri dengan air tawar. Penataan 

Jelang pelaksanaan kegiatan internasional Sail Banda 2010, Pemprov Maluku melakukan pembenahan objek wisata Pantai Liang dengan membuat tempat khusus bagi para penjual jajanan dan aneka makanan ringan agar tidak menutupi jalan raya. “Ruas jalan dari arah Kota Ambon menuju Desa Tulehu dan Liang yang melintasi Desa Suli memang sempit dan berfungsi dua arah, sehingga kebijakan pemerintah provinsi (pemprov) membangun tempat berjualan bagi pedagang sangat tepat,” kata Andi Salenussa, seorang pejaga pintu masuk Pantai Natsepa. 

Dinas Pekerjaan Umum Maluku membangun tempat khusus berjualan bagi pedagang dengan mengecor lantai berukuran sekitar 100 meter lebih dan lebarnya 2 meter di atas talud penahan ombak. Tujuannya, agar arus lalulintas di depan tempat objek wisata pantai ini lebih lancar karena kios-kios pedagangnya akan ditata rapih dan tidak memenuhi bahu jalan. Pedagang rujak lainnya, Ny. Omi (54) menuturkan, selain menyiapkan tempat jualan, Pemprov melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku juga menyumbangkan bangku panjang dan tenda-tenda jualan berukuran 3 x 3 meter setinggi 2 meter bagi 40-an penjual rujak. “Tenda berwarna-warni yang terbuat dari bahan plastik ini akan dipasang berjejer di sepanjang lantai beton yang sedang dikerjakan, sehingga nantinya kalau dilihat dari laut seperti restoran apung di bibir Pantai Natsepa,” ujarnya. 

Dia berharap, tenda-tenda ini harus dipasang pada landasan yang kokoh agar tidak mudah rusak diterpa angin kencang, ketika tiba musm badai. Karena pengalaman membuat tempat jualan dari atap daun sagu atau pun terpal selalu rusak ketika datang musim badai dan deburan ombak yang naik ke badan jalan antara bulan Juni hingga Agustus. 

Peranan pihak swasta dalam memperindah lokasi objek wisata ini juga ditandai dengan pembukaan hotel Aston bertaraf internasional, sehingga wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang tidak akan kesulitan mencari tempat penginapan. “Meskipun di Pulau Ambon saat ini banyak terdapat objek-objek wisata pantai dan pemandian air panas, tapi Natsepa masih tetap menjadi daerah tujuan wisata pantai andalan masyarakat yang selalu dikunjungi,” katanya.

Sumber : http://clubbing.kapanlagi.com/threads/99908-Natsepa-Masih-Jadi-Andalan-Wisata-Pantai

ANALISIS

Pantai ini sudah terkenal keindahannya dan ke asriannya tidak hanya di dalam negeri namun pula sudah terkenal keindahannya sampai ke manca negara. Di pantai ini anda akan di suguhkan oleh keindahan alam pantai yang masih asli dan tidak dibuat -buat, udaranya yang masih asri dan pasir putih yang halus dan indah. Semakin terkenalnya Objek wisata ini pemerintah sekitarpun memanfaatkan pantai ini sebagai Objek wisata dan mulai membangun semua fasilitas yang di butuhkan oleh wisatawan. Pantai ini pun mudah di jangkau karena sudah banyak kendaraan umum yang mencapai pantai ini. Objek wisata ini pun tidak memakan biaya yang banyak sehingga dapat di jangkau oleh semua kalangan, di pantai inipun terkenal oleh makanan ringan desa sekitar seperti rujak dan yang lainnya.

Objek Wisata Arung Jeram Sei Wampu Sumut
arungjeram

Jakarta - Kabupaten Langkat, Sumatera Utara merupakan kabupaten yang kaya akan tempat Objek wisata, diantaranya objek wisata pemandian alami, seperti lokasi pemandian Bukit Lawang (bahorok) dan lokasi pemandian Tangkahan (batang serangan) serta pengamatan orangutan, Objek wisata Religius, Wisata kuliner dan objek wisata petualangan, seperti objek wisata arung jeram Kutambaru dan Sei Bingai.

Objek wisata Arung Jeram (objek wisata petualangan) salah satunya berada di lokasi Sei Wampu, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat. Objek wisata arung jeram itu merupakan salah satu wisata petualangan atau wisata minat khusus.

“Sei Wampu, adalah salah satu lokasi Objek wisata, dimana diadakannya kegiatan arung jeram dan berlokasai di Kecamatan  Kutambaru, tepatnya di Desa Marike sekitar 79 Km dari kota Medan,” ujar Kepala Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat Rudi Kinandung beberapa waktu lalu

Aktivitas arung jeram di sei wampu sudah lama dikenal oleh wisatawan macanegara, belakangan ini Sei Wampu mulai ramai di kunjungi wisatawan domestik maupun macanegara, tamu-tamu mancanegara sering di bawa untuk berarung jeram di sini.

Itulah sebabnya arung jeram Sei Wampu dari tahun ketahun terus berkembang,  baik dari potensi segmen, potensi pasar serta bervariasinya rute pengarungan yang ditawarkan dalam bentuk paket, sehingga wisatawan dapat menentukan pilihan sesuai dengan minat dan motivasi, ketersediaan waktu dan tingkat belanja yang di inginkan.

Selain itu juga, selama di perjalan pertualangan arung jeram banyak anak sungai yang terlihat dilalui. Dari anak sungai yang ada dilewati, airnya itu mengalir kesungai induk Sei Wampu salah satu Sungai Lau Kuteken Kecamatan Kutam Baru. “Bahkan disuatu tempat lokasi yang indah, para pengarung jeram di berhentikan kelokasi, dimana terdapatnya sumber mata air panas dan air terjun, agar pengarung jeram dapat mengendorkan urat-urat di tubuh mereka, akibat lelah dan tegang saat di pertualangan pertengahan mengarungi jeram yang terjal dan deras.

Di per jalanan pertualang arung jeram Sei Wampu, para pertualangan juga dapat melihat air terjun kecil yang mnengiasi sisi dinding batu cadas. Sebab air terjun yang memercik jatuh, merupakan air berasal dari mata air murni, yang keluar dari seselahan dinding pengapit sungai Sei Wampu itu. Sementara di sepanjang aliran sungai tersebut juga bayak terlihat para masyarakat yang memacing ikan.

Pada umumnya mereka memancing ikan, ingin mendapatkan ikan jurung, yang terkenal dengan lemak dan manisnya rasa daging ikan jurung. “Wah kalau begini kemari mendingan sambilan bawa pancing ,” celoteh salah satu pengarung jeram.

Paket yang disediakan untuk arung jeram Sei Wampu, di ataranya paket Pertualang, Yaitu pengarungan dari Rih Tengah hingga Bahorok yang membutuhkan waktu 2 (dua) hari pengarungan. Tingkat sungai yang di lalui berkisar tingkat III dan tingkat V dengan pemandangan sisi sungai yang cukup indah di pandang mata.

Paket alam, paket arung jeram ini membutuhkan 2 (dua) hari perjalanan dengan titik start di muara Sungai Lau Tebah, dengan tingkat kesulitan sungai tidak terlalu tinggi dan lama pengarungan sekitar 5 (lima) s/d 6(enam) jam perjalanan hingga jembatan Bahorok.

Paket rekreasi/paket keluarga, yang diperuntukan bagi pemula yang belum pernah sama sekali mengikuti pengarungan arung jeram, paket ini cocok buat permula bagi  usia 10 tahun hingga 65 tahun. Tingkat kesulitan sungai sekitar tingkat II dan III  dan cukup aman untuk kegiatan wisata dan rekreasi, apalagi di siagakan Tim SAR di tempat yang rawan.

Bagi paket rekreasi/keluarga ini sekitar 2 jam perjalanan, di mulai dari Dusun Cangkolan hingga berahir di Dusun Pamah Durian Kecamatan Kutambaru. Paket ini merupakan paket pengarungan yang banyak di minati, selain waktu pengarungan yang singkat serta biaya yang relatip terjangkau, pengalaman yang di tawarkan juga cukup menarik. Bagi paket ini di kenakan perorangan berkisar Rp250.000/orang. Harga ini sudah termasuk sewa perahu, makan siang, snack di perahu, asuransi jiwa dan angkutan ketempat tujuan.

Sebelum kita melakukan aktivitas rafting, terlebih dahulu diberi arahan dan petunjuk oleh pemandu dari Sei Wampu rafting. Sebagai pembuka, pemandu akan mengajarkan kita mendayung maju dan mundur, cara menyelamatkan diri saat terjatuh dari perahu dan lainnya. Selain itu, pihak Sei Wampu  Rafting juga menyiapkan tim SAR yang senantiasa mengawasi para rafter (peserta) menelusuri sepanjang lokasi rafting.(sle/waa)

sumber :http://erabaru.net/wisata/64-pariwisata/27007-objek-wisata-arung-jeram-sei-wampu-sumut

ANALISIS

Dari informasi yang sudah kita baca, Objek wisata tersebut sangat menggoda untuk menjadi objek wisata apalagi bagi para wisatawan yang suka berpetualang, Objek wisata ini pun sudah menyediakan semua fasilitas yang dibutuh kan oleh wisatawan, Objek wisata ini menyediakan berbagaimacam paket wisata, sehingga memudahkan wisatawan untuk menikmati objek wisata ini, tidak hanya menyediakan arena arung jeram yang menguji andrenalin anda namun objek wisata ini pun menyuguhkan anda berbagai macam keindahan pemandangan di sekitarnya. 

Objek Pariwisata Lawang Sewu

Berkunjung ke Kota Semarang kurang lengkap kalau belum mengunjungi salah satu bangunan tua yang terletak di kawasan Tugu Muda. Bagunan tua yang merupakan salah satu landmark kota Semarang dikenal dengan sebutan Lawang Sewu ini menjadi wisata wajib ketika berkunjung ke kota Semarang.

Bangunan Lawang Sewu terletak di area Tugu Muda, gedung ini dirancang oleh arsitek Belanda C.Citroen dari Firma J.F. Klinkhamer dan B.J. Quendag pada tahun 1903 dan selesai pada 1 Juli 1907. Nama Lawang Sewu sendiri berarti ‘Pintu Seribu‘ dimana di dalam bangunan tersebut banyak terdapat pintu. Gedung ini awalnya digunakan untuk kantor Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS, perusahaan kereta api Belanda.

Arus lalu lintas di seputaran kawasan Tugu Muda cukup ramai namun suasana berubah menjadi tenang dan sepi ketika memasuki halaman bangunan Lawang Sewu. Bangunan Lawang Sewu cukup besar dengan halaman yang cukup luas. Terlihat beberapa bagian bangunan sedang mengalami renovasi dan perbaikan.

Setelah membayar tiket masuk disebuah ruangan kecil di dekat pintu masuk bangunan Lawang Sewu, kami dipandu oleh seorang pemandu untuk berkeliling bangunan gedung Lawang Sewu. Di Lawang Sewu sendiri ada peraturan dimana setiap pengunjung baik individu maupun kelompok wajib didampingi oleh pemandu untuk berkeliling Lawang Sewu. Tidak usah kuatir kalau berkunjung sendirian, anda bisa berpatungan dengan wisatawan lain yang berjumlah sedikit untuk membentuk kelompok kecil agar menghemat biaya jasa pemandu.

Bangunan Lawang Sewu yang telah berusia lebih dari 100 tahun ini sejak tahun 2011 mulai dipugar untuk pemanfaatan fungsi baru yaitu sebagai ruang usaha komersial dan konservasi. Hasil yang didapat dari usaha ini diharapkan dapat mendukung pelestarian bangunan Lawang Sewu.

Perjalanan pertama dari pintu utama menuju lantai dua, melewati sebuah anak tangga yang didepannya terdapat sebuah dinding kaca grafir dengan ornamen ukiran yang indah dan warna-warni yang masih asli. Kaca grafir atau kaca patri ini kondisinya masih baik dan terawat, konon dibawa langsung dari negeri Belanda pada saat pembangunan Lawang Sewu ini.

Di lantai dua bangunan Lawang Sewu, kami berjalan menelusuri lorong dan pintu sambil dijelaskan oleh pemandu mengenai sejarah bagunan Lawang Sewu ini. Menurut pemandu, bangunan Lawang Sewu ini sedang direnovasi dan kemudian akan kembali digunakan menjadi kantor PT KAI (Kereta Api Indonesia).

Dari balkon gedung Lawang Sewu, kita bisa melihat lalu lintas di seberang jalan dan Tugu Mudatentunya yang berada di tengah jalan. Perjalanan kami lanjutkan menelusuri lorong dan pintu yang tak terhitung jumlahnya hingga sampai pada sebuah ujung bangunan yang terdapat sebuah jembatan penghubung ke gedung yang satunya lagi.

Kembali menelusuri lorong, kami berhenti disebuah tepi lorong dan melihat ke bawah pada sebuah selokan tua. oleh pemandu dijelaskan bahwa selokan tersebut pada zaman penjajahan Jepang digunakan sebagai tempat pembuangan mayat yang sebelumnya kepala sudah dipisahkan dan darahnya sudah dikeringkan.

Pada zaman pendudukan Jepang tahun 1942, ruang bawah tanah gedung Lawang Sewu sebelumnya merupakan saluran pembuangan air di “sulap” menjadi penjara bawah tanah sekaligus saluran pembuangan air. Gedung ini juga menjadi saksi bisu pertempuran sengit antara rakyat Indonesia dengan tentara Jepang yang terkenal dengan sebutan Pertempuran Lima Hari di Semarang (14 Oktober 1945 – 19 Oktober 1945).

Tur berkeliling Lawang Sewu dilanjutkan menuju ke bagian atas yang merupakan sebuah loteng yang masih terbuat dari kayu. Konon area loteng digunakan sebagai tempat menyiksa tawanan di zaman penjajahan Jepang.

Menuju ke lantai dasar, kami diarahkan menuju sebuah ruangan yang terdapat pintu menuju ruang bawah tanah. Cukup disayangkan untuk menuju ke ruangan bawah tanah yang dulu digunakan sebagai penjara, para wisatawan harus kembali mengeluarkan kocek untuk tiket masuk ke ruang bawah tanah beserta biaya untuk pemandunya. Menurut beberapa orang yang pernah masuk ke area penjara bawah tanah, mereka sering melihat penampakan hantu baik dilihat oleh mata telanjang maupun terekam oleh kamera.


Kami diarahkan kembali ke pintu utama dan ketika sampai pintu utama, tur berkeliling Lawang Sewu selesai, pengunjung dipersilahkan keluar dari gedung Lawang Sewu atau kembali menelusuri beberapa bagian gedung tanpa ditemani pemandu. Akhirnya kami kembali ke beberapa lokasi untuk berfoto ria.

Selain merupakan bangunan kuno peninggalan Belanda, kompleks Lawang Sewu ini cocok digunakan untuk kawasan pemotretan baik secara komersial seperti pre wedding dan syuting maupun foto non komersial seperti foto narsis atau foto keluarga oleh para wisatawan yang mengunjungi kompleks Lawang Sewu ini. Lorong yang panjang dan banyaknya pintu yang berjajar yang unik ini sering digunakan oleh wisatawan untuk berfoto saat berkunjung ke Lawang Sewu ini.

=== Lokasi dan Alamat

Lawang Sewu

Jalan Pemuda No. 160, Semarang.

=== Tiket Masuk Lawang Sewu

Dewasa = Rp 10.000,-/orang

Pemandu = Rp 30.000,-/orang atau kelompok (wajib)

=== Tiket Masuk Penjara Bawah Tanah Lawang Sewu

Dewasa = Rp 10.000,-/orang

Pemandu = Rp 30.000,-/orang atau kelompok (wajib)

Fasilitas: Sepatu Bot, Senter

=== Informasi Tambahan

  • Info lebih lanjut hubungi Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan PT Kereta Api (Persero) dengan alamat Stasiun Kereta Api Gambir, lantai 2. Jalan Medan Merdeka Timur No. 17 jakarat 10110

=== Revisi Tulisan

7 April 2012

sumber : http://teamtouring.net/wisata-sejarah-dan-fotografi-di-lawang-sewu.html

ANALISIS

Menurut saya Objek wisata Lawang Sewu merupakan objek wisata sejarah yang menarik untuk dikungjungi, dimulai dari sejarah Lawang Sewu itu sendiri dan juga misteri yang ada di gedung itu. Begitupula letak Lawang Sewu yang berada di tengah kota dan mudah di jangkau dengan alat transportasi apa saja. Fasilitas pendukung pun sudah banyak tersedia di sekitar objek wisata ini. Mengelilingi Lawang Sewu akan lebih menegangkan dan menarik pada malam hari, di Lawang Sewu ini pun kalian akan di pandu oleh guide yang sudah di sediakan agar kalian tidak tersesat didalam gedung ini. Objek wisata ini pun tidak memakan biaya yang besar. Sekian dari saya, terima kasih.

Objek Pariwisata Pantai Senggigi Lombok

Jika Anda pernah membayangkan tubuh Anda terbaring di pinggir pantai indonesia, di atas pasir putih yang indah, ditaburi pemandangan alam yang serba eksotis, serta dihujani cahaya mentari yang menghangatkan tubuh, maka tak salah jika Anda menyempatkan diri berekreasi dan ber wisata Pantai ke Senggigi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pantai yang terletak 12 kilometer di sebelah barat laut Kota Mataram ini memang merupakan obyek wisata yang terkenal dengan keindahan dan kealamian pantainya.

Masyarakat sering menyejajarkan keindahan pantai ini dengan pantai-pantai ternama di Pulau Bali, seperti Kuta, Legian, dan Sanur. Bahkan, keindahan Pantai Senggigi sering dilukiskan melebihi pantai-pantai tersebut, karena kondisinya yang jauh lebih nyaman dan tenang. Mungkin hal ini terkait dengan belum maraknya kedatangan turis mancanegara di pantai ini.

Sebagai kawasan wisata pantai andalan Propinsi Nusa Tenggara Barat, Senggigi masih relatif alami dan terjaga kebersihannya. Pantainya yang masih asri, debur ombaknya yang tak terlalu besar, dan keindahan pemandangan bawah lautnya, semakin menegaskan bahwa pantai yang membentang sekitar 10 kilometer ini merupakan tempat idaman bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara untuk melupakan sejenak rutinitas keseharian dan suasana hiruk-pikuk kota.

Pantai Senggigi kini mulai dilirik oleh para wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, karena daerahnya yang relatif perawan dan juga informasi yang telah meluas mengenai keberadaannya. Dengan bertambahnya minat dan antusiasme wisatawan ke Pantai Senggigi, pemerintah daerah setempat dan perusahaan sewasta makin giat membangun dan membenahi segala prasarana, agar para wisatawan makin tertarik untuk mengunjungi pantai ini.

pantai senggigi

Keistimewaan
Mengunjungi Senggigi di Pulau Lombok mungkin perlu dijadikan agenda wisata tersendiri bagi wisatawan yang menyukai keindahan dan kesejukan alam. Bayangkan saja, saat memasuki kawasan pantai, wisatawan dengan segera akan tersapu-lembut oleh semilir angin yang berhembus di sepanjang gugusan pantai di Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat ini. Suasana segar, nyaman, dan indah seolah menyapa wisatawan di awal kunjungannya. Saat telah berada di pinggir pantai, mata para wisatawan akan disuguhi oleh eksotisme pantai berlatar pesona ombak yang saling berkejaran, pasir putih yang menghampar, dan ribuan binatang kecil yang menyebar di hamparan pasirnya, serta lanskap Gunung Agung di pulau seberangnya (Pulau Bali).

Senggigi memang menawarkan pesona pantai yang khas. Suasana alami yang belum banyak dijejali oleh turis asing, seolah menjadi penanda beda pantai ini dengan pantai-pantai di Bali. Ini tentu memberi nuansa tersendiri bagi para pengunjung. Tak aneh, pantai ini kini dijadikan tujuan alternatif baru para wisatawan yang merindukan suasana kesenyapan alami yang menentramkan.

pantai sengigigi

Ada banyak aktivitas wisata yang dapat dilakukan pengunjung di pantai ini, seperti berenang, bermain air, menyelam, snorkeling, berjemur, dan bermain–main membuat istana pasir. Jika mentari sore telah mulai meredup, wisatawan dapat juga meluangkan waktunya untuk sekedar berjalan santai dengan bertelanjang kaki menelusuri pinggir pantai, duduk di hamparan pasir dengan mangamati biru-hijau air laut, atau bersantai di gerai hotel pinggir pantai sembari menunggu sunset tiba. Bagi pengunjung yang ingin berenang atau sekedar bermain air, disarankan untuk lebih berhati-hati, karena di pinggir pantai banyak terdapat karang-karang runcing yang cukup membahayakan kaki.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Senggigi, sempatkanlah mengamati Pura Batu Bolong. Saat berjalan menyusuri pinggir Pantai Senggigi, kurang lebih sekitar setengah jam, wisatawan akan menemukan sebuah pura yang dibangun di atas karang yang terletak di pinggir pantai. Pura inilah yang oleh masyarakat sekitar diberi nama Pura Batu Bolong. Menurut legenda setempat, dahulu kala di pura ini sering diadakan pengorbanan seorang perawan, sebagai sajian makanan untuk Ikan Hiu yang tinggal di pantai. Legenda lain mengatakan, pura ini juga merupakan tempat para wanita menerjunkan dirinya ke laut karena patah hati.

pura batu bolong

Hal lain yang menarik untuk dilakukan adalah menyusuri Senggigi pada malam hari, khususnya saat purnama tiba. Pengunjung akan menemui banyak orang/warga sekitar yang memanfaatkan hangatnya pasir Senggigi untuk terapi kesehatan. Mereka mengubur sebagian atau seluruh tubuh sampai leher selama 2—3 jam, sembari mendengarkan deburan ombak yang memecah kesunyian. Terapi ini diyakini masyarakat sekitar dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti pegel linu hingga kelumpuhan. Jika tertarik dengan aktivitas ini, wisatawan dapat ikut bergabung dan mencobanya.

Untuk urusan perut, wisatawan dapat mencoba kelezatan jenis-jenis hidangan/sajian makanan khas Lombok di restoran-restoran yang berjajar rapi di pinggir pantai. Harganya bervariasi mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 300.000 per orang (Desember 2008). Tentu, bersantap ria di pinggir pantai diterangi semburat cahaya bulan dan dihibur oleh orkestra debur ombak pantai sungguh sayang jika dilewatkan begitu saja. Yang tak kalah menarik, wisatawan jangan sampai lupa untuk mencicipi sajian makanan khas Lombok yakni Ayam Taliwang dan Plecing Kangkung. Hampir tiap restoran di Pantai Senggigi, atau di Lombok secara umum, menyediakan sajian masakan ini. Sambil menyantap Ayam Taliwang atau Plecing Kangkung, wisatawan akan dihibur dengan kesenian khas Lombok, berupa musik dan tari. Bahkan jika tak keberatan, pengunjung juga boleh ikut menari bersama dalam nuansa kegembiraan dan kekeluargaan.

Selain itu, untuk oleh-oleh, wisatawan juga jangan lupa membeli mutiara dan kain tenun dengan berbagai motif dan warna. Mutiara yang telah dirangkai menjadi perhiasan yang indah dan menawan mata ini banyak ditemui di kios-kios pinggir pantai. Namun, jika berkeinginan untuk merangkai sendiri mutiara-mutiara ini, wisatawan bisa membeli butiran mutiara polos. Mutiara polos ini biasanya dijajakan dalam bentuk kalung yang terdiri dari banyak mutiara. Mutiara-mutiara tersebut dapat disusun sendiri sesuai bentuk perhiasan yang diinginkan.

Setelah puas menikmati keindahan alam Pantai Senggigi, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan wisatanya menuju tempat-tempat wisata yang tak jauh dari lokasi pantai, antara lain, tiga Gili (pulau kecil): yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, Pantai Kerandangan, dan Pantai Batu Layar. Batu Layar adalah tempat suci bagi para penganut Islam Wetu Telu di Pulau Lombok (suku Sasak).

senggigi lombok night

Lokasi
Pantai Senggigi terletak di sebelah barat laut Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia.

Akses
Menuju kawasan Pantai Senggigi cukup mudah, karena telah ada pelabuhan dan bandara di Pulau Lombok. Apabila bertolak dari Pulau Bali, wisatawan dapat berangkat dari Pelabuhan Karang Asem menggunakan kapal feri menuju Senggigi, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit perjalanan. Jarak tempuh ini bisa dipangkas apabila menggunakan pesawat terbang dari Bandara Ngurah Rai Denpasar menuju Bandara Selaparang di Mataram (Ibu Kota NTB), yang hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit saja.

Selain dari Pelabuhan Karang Asem, wisatawan juga dapat berangkat dari Pelabuhan Padang Bay di Bali menggunakan kapal feri menuju Pelabuhan Lembar di Pulau Lombok. Dalam perjalanan, wisatawan akan dimanjakan dengan panorama alam yang indah dan juga munculnya ikan lumba-lumba yang saling berkejaran mengikuti kapal. Perjalanan Padang Bay—Lembar dengan kapal feri memakan waktu sekitar 4 jam. Setelah sampai di Pelabuhan Lembar, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke Kota Mataram. Dari Kota Mataram, Pantai Senggigi berjarak 11 kilometer dan dapat ditempuh menggunakan taksi dan kendaraan umum lainnya.

Selain jalur laut, wisatawan juga dapat menuju Pantai Senggigi dengan menggunakan jalur penerbangan udara dari kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan Yogyakarta. Dengan menggunakan pesawat terbang dari salah satu kota tersebut, wisatawan akan sampai ke Bandara Selaparang, Mataram. Dari bandara ini wisatawan dapat langsung menuju kawasan Pantai Senggigi.

Akomodasi dan  Fasilitas Lainnya
Di sekitar Pantai Senggigi banyak terdapat penginapan yang bisa dijadikan pilihan sesuai dengan kebutuhan Anda. Mulai dari hotel berbintang, resor, hotel melati hingga pemondokan. Beberapa tempat menginap yang dapat dijadikan alternative adalah Holiday Inn, the Oberoi, Sheraton Senggigi, Melati Dua Cottage, Pool Villa Club, Panorama Cottage, dan lain-lain. Selain itu, di kawasan pantai ini juga banyak dijumpai restoran, cafe, bar, pasar terbuka, deretan warung suvenir dan cenderamata, mushola, toilet umum, lahan parkir, dan lain-lain. Pantai senggigi adalah pantai indonesia yang memang layak untuk dijadikan tempat wisata pantai.

Sumber tulisan:wisatamelayu
Sumber foto: nduts photo

pantai senggigi

sumber : http://www.pasirpantai.com/balintb/lombok/pantai-senggigi-lombok/

ANALISIS 

Menurut saya pantai ini adalah salah satu pantai yang wajib di kunjungi terutama bagi wisatawan penikmat keindahan alam salah satunya alam pantai, seperti yang di tuliskan dan di gambarkan oleh penulis, pantai ini menyuguhkan berbagaimacam keindahan alam yang masih alami, keindahan alami pulau ini terjaga dengan baik, keindahan pasir putih berpadu dengan warna pantai yang berwarna hijau kebiruan begitupula dengan keindahan karang-karang yang terjaga keindahanny. Berbagai fasilitas pun sudah di bagun oleh pemerintah dan daerah dengan lengkap sehingga wisatawan bisa nyaman berwisata di pantai ini. Selain pantai ini keindahan lain di suguhkan dengan pemandangan Gunung Agung yang berada di pulau sebrangnya (Bali). Alat transportasi untuk ke pantai inipun sangat mudah seperti yang di tuliskan oleh penulis, dengan kata lain Objek Wisata ini mudah untuk dijangkau. Selain itu ada pula Pura Batu Bolong dengan sejarah yang menarik pula. Anda akan merasakan pemandangan Pantai Senggigi sangat indah adalah pada saat matahari terbenam /Sunset, anda akan di suguhkan pemandangan yang sangat eksitos dan indah dan jarang di temukan. Sekian analisis saya semoga dapat bermanfaat bagi yang membaca. Terima kasih